splash
Welcome
Jangan pernah anggap remeh diri Anda. Ada sesuatu yang membuat Anda begitu spesial. Zoom in and You will find it Boombastic!
Posted By admin on June 10th, 2009

Selalu Ada Sisi Baik Jadilah pihak yang selalu optimis dan berusaha untuk melihat kesempatan di setiap kegagalan. Jangan bersikap pesimis yang hanya melihat kegagalan di setiap kesempatan. Orang optimis melihat donat, sedangkan orang pesimis melihat lubangnya saja. Anda dapat mengembangkan keberhasilan dari setiap kegagalan. Keputusasaan dan kegagalan adalah dua batu loncatan menuju keberhasilan. Tidak ada [...]

 

Archive for March, 2009

No Excuse For Success

Posted By admin on March 31st, 2009

Beberapa waktu lalu saya makan siang bersama bersama rekan kantor. Setelah puas memilah dan memilih menu prasmanan, sambil menyantap makan siang kami ngobrol ngalor ngidul membahas masalah peluang bisnis. Topik favoritku! Kebetulan rekan kantorku yang satu memang sedang mencari peluang bisnis karena kontraknya dengan perusahaan akan berakhir sebulan lagi. Kisah-kisah pengusaha sukses mulai yang beromset puluhan juta hingga puluhan miliar pun bertebaran memenuhi ruang topik obrolan.

(more…)

Kenapa Aku Harus Kaya

Posted By admin on March 31st, 2009

Saya tidak menemukan alasan untuk tidak menjadi kaya. Menjadi sombong, takabur, tamak, serakah, lupa diri, lupa agama, dan sederet title jelek lain yang identik dengan orang-orang kaya menurut saya juga bisa melekat pada orang miskin atau pun setengah miskin. Sering saya jumpai orang yang tidak kaya tapi sombong. Banyak saya kenal orang yang bukan pengusaha sukses tapi lupa diri dan lupa agama. Tidak sedikit saya tahu orang yang tidak kaya tapi serakah. Sebaliknya, banyak di negeri ini para pengusaha sukses yang juga dermawan. Menyumbangkan ratusan miliar bagi para korban bencana. Memberikan ribuan lapangan kerja baru. Jujur, saya tidak bisa memungkiri bahwa tidak sedikit orang kaya di negeri ini malah menyengsarakan rakyatnya, menggerogoti bangsa sendiri. Tapi tidak sedikit juga orang miskin yang melakukannya. Terus, apa bedanya jadi kaya atau miskin?

(more…)

Kekuatan terpendam manusia

Posted By admin on March 24th, 2009

Manusia memiliki kekuatan yang luar biasa untuk menciptakan mahakarya. Kekuatan terbesar dalam diri manusia itu terdapat pada pikiran. Tetapi kita jarang membuktikan kekuatan pikiran tersebut, sebab kita sering terjebak dalam zona nyaman atau kebiasaan tertentu. Sehingga selamanya tidak dapat mencari kemungkinan yang lebih baik atau perubahan nasib yang berarti.

Oleh karena itu milikilah target yang lebih tinggi untuk merangsang kekuatan dalam pikiran tersebut. Sebab target atau sasaran baru yang dipikirkan itu akan menggerakkan diri kita untuk melaksanakan tindakan. Apalagi jika diyakini target tersebut bakal tercapai, maka diri kita akan lebih siap menghadapi tantangan yang ada.

Setelah tindakan-tindakan baru yang lebih konstruktif dikerjakan hingga berulang-ulang, maka tanpa disadari kita sudah banyak melakukan hal-hal penting hinga kita tiba di zona baru, dimana kita berhasil mencapai target yang didambakan. Itulah mengapa dikatakan bahwa manusia mempunyai potensi yang sangat besar dalam pikiran bawah sadar. Kekuatan pikiran bawah sadar itu dapat dibangkitkan melalui 2 cara, yaitu: autosuggestion dan visualization.

Autosuggestion

Keinginan-keinginan kita merupakan informasi penting untuk pikiran bawah sadar. Sebab keinginan yang terekam kuat dalam pikiran bawah sadar sangat besar dapat menjadi daya dorong yang akan menggerakkan diri kita untuk berbuat sesuatu yang luar biasa. Keinginan yang sangat besar dan terekam dalam pikiran bawah sadar itulah yang dinamakan autosuggestion.

Autosuggestion seharusnya dilakukan dengan penuh rasa percaya, melibatkan emosi dalam diri, dilakukan penuh konsentrasi terhadap obyek yang positif, dan berulang-ulang. Selanjutnya, pikiran bawah sadar inilah yang akan mendikte gerak-gerik tubuh kita. Kekuatan yang ditimbulkan oleh pikiran bawah sadar itu sangat dahsyat entah digunakan untuk melakukan perbuatan buruk atau baik. Kadangkala niat untuk melakukan sesuatu secara otomatis muncul dari pikiran bawah sadar.

Autosuggestion akan mengetuk kesadaran (heartknock) . Karena dilakukan berulang-ulang dan rutin, suatu ketika kata-kata tersebut akan menembus pikiran bawah sadar. Lalu pikiran bawah sadar itupun memompa semangat. Energi itu dapat dimanfaatkan untuk mewujudkan impian hidup kita.

Mungkin kegiatan autosuggestion ini akan dianggap aneh oleh orang lain. Tetapi itulah salah satu cara untuk mengubah diri dari dalam. Biasakan mendengar pola pikir positif dan melakukan kebiasaan-kebiasaan yang konstruktif. Jadi jangan ragu untuk melakukan budaya-budaya yang potensial, menumbuhkan optimisme dan kreatifitas.

Ada 5 (P) petunjuk dalam melakukan autosuggestion, yaitu;

Positive : pada saat melakukan autosuggestion, pikirkan hal-hal yang positif saja.

Powerful : lakukan dengan penuh keyakinan sebab dapat memberikan kekuatan untuk berbuat sesuatu yang luar biasa.

Precise : keinginan yang hendak dicapai harus sudah dapat dideskripsikan, karena pikiran bawah sadar hanya bisa menyusun berdasarkan kategori.

Present Tense: dalam bentuk keinginan saat ini, bukan keinginan di masa lalu atau akan datang.

Personal : lakukan perubahan positif terhadap diri sendiri terlebih dahulu.


Visualization

Bila kita menginginkan sesuatu maka pikiran bawah sadar akan menggambarkan apa yang didambakan itu. Dengan cara memvisualisasikan impian terlebih dahulu, terciptalah banyak sekali karya-karya spektakuler di dunia ini. Marcus Aurelius Antonius, seorang kaisar Romawi jaman dahulu mengatakan, ?A man?s life is what his thought make of it – Kehidupan manusia ialah bagaimana mereka memikirkannya. ?

Sesuatu yang selalu divisualisasikan manusia akan mudah terekam dalam pikiran bawah sadar. Lalu muncul kekuatan pikiran tersebut, yang berperan sebagai penghubung antara jiwa dengan tubuh. Sehingga tubuhpun bereaksi dengan mengerahkan seluruh potensi yang sebelumnya tidak pernah digunakan, dalam bentuk kreatifitas atau tindakan. Memvisualisasikan impian memungkinkan seluruh impian tercapai oleh pikiran bawah sadar.

Tuhan Yang Maha Esa menganugerahkan potensi yang sama besar kepada manusia. Tidak ada ruginya membayangkan betapa berpotensinya diri kita untuk mencapai impian-impian. Berikut ini beberapa langkah dalam memvisualisasikan impian, yaitu:

1. Mendefinisikan impian

Mendefinisikan impian artinya memberikan batasan atau standar akan impian yang hendak dicapai. Kemudian, gambarkanlah semua impian seolah-olah Anda sudah sepatutnya meraih impian tersebut. Meskipun tindakan ini terkesan sederhana, tetapi dari gambaran impian itulah kita akan mencoba berbuat sesuatu untuk melakukan perubahan dan akhirnya dapat meraih cita-cita.

2. Menentukan target waktu

Dambakan impian itu terwujud sesuai target yang telah ditentukan, sebab impian tanpa target waktu hanya akan menjadi mimpi sesaat. Impian dengan target waktu akan menggerakkan kesadaran untuk tidak segan-segan melakukan perubahan. Maka mulailah dari sekarang, Be the best, do the best, and then let God take care the rest ?Jadilah yang terbaik, lakukan yang terbaik, biarlah Tuhan yang menentukan. Potensi yang kita miliki kelihatannya sangat sayang jika tidak dioptimalkan.

3. Melakukan berulang-ulang

Melakukan ulangan artinya mengkondisikan diri kita untuk lebih sering ingat akan impian kita. Jika sering ingat, maka perlahan-lahan impian itu akan tertanam di alam pikiran bawah sadar. Bila pesan sudah diterima oleh SCM (sub-conscience mind), maka dia akan menggerakkan diri kita untuk menciptakan keputusan atau menjadikan kita lebih kreatif.

Jika impian lebih sering diimajinasikan ternyata dapat melipatgandakan kekuatan dari pikiran bawah sadar. Imajinasi yang diulang-ulang ini akan secara tidak langsung merangsang ilusi akan kenyataan yang luar biasa tentang potensi kita sebagai umat manusia. Sehingga diri kita akan berusaha keras mencapai impian yang

divisualisasikan. Begitulah seterusnya kekuatan pikiran bawah sadar bekerja dan dibangkitkan, hingga perubahan besar terjadi dalam diri kita pada suatu waktu.

Sukses Buat Anda ….
JULY’TRA 89

Manusia Optimis versus Manusia Pesimis

Posted By admin on March 24th, 2009

ORANG OPTIMIS BUKANLAH ORANG YANG KARENA MELIHAT JALAN MULUS DI HADAPANNYA, TETAPI ORANG YANG YAKIN 100% DAN BERANI UNTUK MENGATASI SETIAP TANTANGAN YANG MENGHADANG.
Ada 2 macam manusia dalam menyikapi hidup ini, satu sikap orang yang pesimis dan ke-dua adalah orang yang bersikap optimis.

Tipe pertama orang pesimis, bagi orang pesimis kehidupannya lebih banyak dikuasai oleh pikiran yang negatif, hidup penuh kebimbangan dan keraguan, tidak yakin pada kemampuan diri sendiri, kepercayaan dirinya mudah goyah dan mudah putus asa kalau menemui kesulitan atau kegagalan, selalu mencari alasan dengan menyalahkan keadaan dan orang lain sebagai proteksi untuk membenarkan dirinya sendiri, padahal di dalam dirinya dia tahu bahwa betapa rapuh mentalnya, orang pesimis lebih percaya bahwa sukses hanyalah karena kebetulan, keberuntungan atau nasib semata.

Tentu orang dengan sikap mental pesimis seperti ini, dia telah mengidap penyakit miskin mental, jika mental kita sudah miskin, maka tidak akan mampu menciptakan prestasi yang maksimal dan mana mungkin nasib jelek bisa dirubah menjadi lebih baik.

Tipe ke 2 adalah orang optimis, bagi orang yang memiliki sikap optimis, kehidupannya didominasi oleh pikirannya yang positif, berani mengambil resiko, setiap mengambil keputusan penuh dengan keyakinan dan kepercayaan diri yang mantap. orang optimis bukanlah karena melihat jalan mulus di hadapannya, tetapi orang yang mempunyai keyakinan 100% dalam melaksanakan apa yang harus diperjuangkan, orang optimis tahu dan sadar bahwa dalam setiap proses perjuangannya pasti akan menghadapi krikiil -krikil kecil ataupun bebatuan besar yang selalu menghadang!

Orang optimis siap dan berani untuk mengatasi masalah atau kesulitan yang merintanginya, Bahkan disaat mengalami kegagalan sekalipun tidak akan membuat dia patah semangat, karena dia tau ada proses pembelajaran disetiap kegagalan yang dia alami.

Tentu orang yang punya sikap mental optimis demikian adalah orang yang memiliki kekayaan mental. dan Hanya orang yang mempunyai kekayaan mental, yang mampu mengubah nasib jelek menjadi lebih baik.

Jika anda, saya dan kita semua secara bersama-sama mampu membangun kekayaan mental dengan berkesinambungan, mampu menjalani hidup ini dengan optimis dan aktif, tentu secara langsung akan berpengaruh pada kehidupan kita pribadi serta kehidupan keluarga, dan dari kehidupan keluarga -keluarga yang semangat, optimis dan aktif akan mempengaruhi kehidupan masyarakat secara luas, yang pada akhirnya akan menjadi kekuatan sinergi sebagai kontributor dalam membangun Indonesia sekaligus mengembalikan jati diri bangsa! Kalau bukan kita yang membangun Indonesia, lalu siapa?

SUKSES buat Anda …
JULY’TRA 89

Hasrat, Keberanian dan Komitmen

Posted By admin on March 24th, 2009

Kisah ini diambil dari buku Chicken Soups for The Souls :

Namanya Hani. Hani Irmawati. Ia adalah gadis pemalu, berusia 17 tahun. Tinggal di rumah berkamar dua bersama dua saudara dan orangtuanya. Ayahnya adalah penjaga gedung dan ibunya pembantu rumah tangga. Pendapatan tahunan mereka, tidak setara dengan biaya kuliah sebulan di Amerika.

Pada suatu hari, dengan baju lusuh, ia berdiri sendirian di tempat parkir sebuah sekolah internasional. Sekolah itu mahal, dan tidak menerima murid Indonesia. Ia menghampiri seorang guru yang mengajar bahasa Inggris di sana. Sebuah tindakan yang membutuhkan keberanian besar untuk ukuran gadis Indonesia.

“Aku ingin kuliah di Amerika,” tuturnya, terdengar hampir tak masuk akal. Membuat sang guru tercengang, ingin menangis mendengar impian gadis belia yang bagai pungguk merindukan bulan.

Untuk beberapa bulan berikutnya, Hani bangun setiap pagi pada pukul lima dan naik bis kota ke SMU-nya. Selama satu jam perjalanan itu, ia belajar untuk pelajaran biasa dan menyiapkan tambahan pelajaran bahasa Inggris yang didapatnya dari sang guru sekolah internasional itu sehari sebelumnya. Lalu pada jam empat sore, ia tiba di kelas sang guru. Lelah, tapi siap belajar.

“Ia belajar lebih giat daripada kebanyakan siswa ekspatriatku yang kaya-kaya,” tutur sang guru. “Semangat Hani meningkat seiring dengan meningkatnya kemampuan bahasanya, tetapi aku makin patah semangat.”

Hani tak mungkin memenuhi syarat untuk mendapatkan beasiswa dari universitas besar di Amerika. Ia belum pernah memimpin klub atau organisasi, karena di sekolahnya tak ada hal-hal seperti itu. Ia tak memiliki pembimbing dan nilai tes standar yang mengesankan, karena tes semacam itu tak ada.

Namun, Hani memiliki tekad lebih kuat daripada murid mana pun.

“Maukah Anda mengirimkan namaku?” pintanya untuk didaftarkan sebagai
penerima beasiswa.

“Aku tak tega menolak. Aku mengisi pendaftaran, mengisi setiap titik-titik
dengan kebenaran yang menyakitkan tentang kehidupan akademisnya, tetapi juga
dengan pujianku tentang keberanian dan kegigihannya,” ujar sang guru.

“Kurekatkan amplop itu dan mengatakan kepada Hani bahwa peluangnya untuk
diterima itu tipis, mungkin nihil.”

Pada minggu-minggu berikutnya, Hani meningkatkan pelajarannya dalam bahasa
Inggris. Seluruh tes komputerisasi menjadi tantangan besar bagi seseorang
yang belum pernah menyentuh komputer. Selama dua minggu ia belajar
bagian-bagian komputer dan cara kerjanya.

Lalu, tepat sebelum Hani ke Jakarta untuk mengambil TOEFL, ia menerima surat
dari asosiasi beasiswa itu.

“Inilah saat yang kejam. Penolakan,” pikir sang guru.

Sebagai upaya mencoba mempersiapkannya untuk menghadapi kekecewaan, sang
guru lalu membuka surat dan mulai membacakannya: Ia diterima! Hani diterima
….

“Akhirnya aku menyadari bahwa akulah yang baru memahami sesuatu yang sudah
diketahui Hani sejak awal: bukan kecerdasan saja yang membawa sukses, tapi
juga hasrat untuk sukses, komitmen untuk bekerja keras, dan keberanian untuk
percaya akan dirimu sendiri,” tutur sang guru menutup kisahnya.

Kisah Hani ini diungkap oleh sang guru bahasa Inggris itu, Jamie Winship,
dan dimuat di buku “Chicken Soup for the College Soul”, yang edisi
Indonesianya telah diterbitkan.

Tentu kisah ini tidak dipandang sebagai kisah biasa oleh Jack Canfield, Mark
Victor Hansen, Kimberly Kirberger, dan Dan Clark. Ia terpilih diantara lebih
dari delapan ribu kisah lainnya. Namun, bukan ini yang membuatnya istimewa.

Yang istimewa, Hani menampilkan sosoknya yang berbeda. Ia punya tekad. Tekad
untuk maju. Maka, sebagaimana diucapkan Tommy Lasorda, “Perbedaan antara
yang mustahil dan yang tidak mustahil terletak pada tekad seseorang.”

source:www.antonhuang.com

Bawah Sadar Perlu Instruksi Positif dan Spesifik

Posted By admin on March 24th, 2009

Oleh: Hingdranata Nikolay

Kemarin saya mengalami kembali situasi lucu dimana saya hendak menelepon seorang klien, tapi yang saya dial adalah nomor rumah.  Ini terjadi yang kesekian kalinya.

Sampai suara orang rumah terdengar, baru saya sadar telah salah memencet nomor.

Pernah mengalami hal yang sama?

Situasi lain yang menunjukkan pola serupa, adalah kita hendak pergi ke suatu tempat, kok kaki kita mengarahkan kita ke tempat lain.  Banyak di antara kita yang mengalami hal ini.  Kalau mau meng-generalisasi, saya bilang kita semua pernah mengalami hal ini

Pola ini terjadi seringkali saat kita dalam kondisi sadar tidak memberi instruksi yang spesifik kepada tubuh kita, sehingga bawah sadar mengambil alih dan meng-execute program2 yang sudah ada.

Karena hendak menelepon tapi pikirannya ke mana-mana, secara otomatis bawah sadar menjalankan proses dialing yang paling sering atau cenderung kita lakukan.  Kadang, kalau bawah sadarnya meng-execute secara random malah bisa repot, bukan?

Dalam sebuah seminar, seorang peserta pernah bertanya kepada saya mengenai kasus yang dialaminya, yakni mengingat dengan segera nama seseorang yang sudah lama tidak dijumpai.

Reaksi umum kita, seperti yang digambarkannya adalah “Ah, nanti kalau sudah tidak dipikirkan, nanti muncul sendiri” atau “Nanti akan muncul sendiri begitu saya berhenti memikirkannya”.  Dan betul, bahwa akan muncul sendirinya setelah tidak kita pikirkan lagi.  Masalahnya? Kapan munculnya? Kadang baru muncul sehari kemudian, seminggu, dan bagaimana kalau sedang berjalan-jalan sebulan kemudian baru muncul “Oh, Iya! Namanya Agus! Baru ingat sekarang!”

Saya kadang mengalami hal ini juga, dan setelah mempelajari komunikasi yang efektif antara sadar dan bawah sadar, saya jadi lebih sering bisa mengingat dengan lebih cepat.

Kuncinya? Instruksi yang lebih spesifik dan positif ke pikiran kita.  Bukannya “Aduh, KAYAKNYA saya tahu namanya… Siapa yach? … Ah, NANTI juga akan saya ingat…” tapi bisa dengan contoh “SAYA TAHU namanya!  Sebentar, sebentar, saya butuh kurang lebih 5 DETIK untuk mengingat….Nah!  Namanya Agus!”  Jadi lebih positif dan spesifik!

Kalau hendak melangkah atau melakukan hal lain juga sama.  Berikan instruksi yang jelas ke diri Anda, sehingga alam bawah sadar Anda tidak mengambil alih dan mengarahkan Anda melakukan sesuatu yang berbeda dari yang ingin Anda lakukan.

Cobalah dengan instruksi yang lebih POSITIF dan SPESIFIK setiap kali.

Saya sudah mencoba, dan hasilnya?  LEBIH SERING saya berhasil melakukan dan mendapatkan apa yang saya inginkan.

source: www.inspirasiindonesia.com

Kritik, Siapa Takut!

Posted By admin on March 24th, 2009

Oleh: Hingdranata Nikolay

Pernah mengucapkan atau mendengarkan orang lain mengucapkan kalimat seperti: “Itu ide yang bodoh”, “Mana mungkin itu bisa berhasil?”, “Tidak akan bisa berhasil”, “Kamu benar-benar tidak memahami hal ini”, “Kamu tidak peduli dengan orang lain”, dan sejenisnya?

Kalimat-kalimat di atas merupakan kalimat yang mewakili peran ‘CRITIC’ dalam NLP.  Di NLP dikenal 3 peran, DREAMER, REALIST, dan CRITIC.  Peran ini memainkan fungsi sesuai namanya.  DREAMER adalah peran kreatif, pemimpi ide, out of the box, fantasi, dan sejenisnya.  REALIST menempatkan segala sesuatunya di tempatnya, mengorganisir dan menjamin efektifitas.  CRITICS bertanya apa yang salah dari ini, bagaimana menurut pendapat saya tentang ini, atau bagaimana kita membuatnya lebih berguna, atau efisien?

Peran CRITIC ini merupakan peran yang sulit diterima responnya, terutama apabila kurang mawas akan efek yang ditimbulkannya ke partner komunikasi, dan partner komunikasinya lebih memperhatikan perilakunya dibanding NIAT-nya.  Dalam banyak kesempatan saat berkomunikasi, CRITIC melontarkan kalimat-kalimat yang hanya memaksa orang lain untuk setuju atau tidak setuju.  Ini ‘seperti’ meminta partner komunikasi menjadi kawan atau lawan.  Ini yang menyebabkan dalam melontarkan kata-kata dari peran CRITIC, kata-kata kita tersebut seringkali tidak disukai.  Bayangkan orang berkata kepada Anda ‘Itu ide terbodoh yang pernah saya dengar’ atau ‘Kamu sudah gila yach?’.

Padahal, NIAT dibalik peran CRITIC ini sebenarnya POSITIF.  Karena itu di NLP, anjurannya adalah pisahkan perilaku dari NIAT, dan NIAT adalah POSITIF.

Coba bayangkan saat kita melontarkan sebuah ide, yang bisa dipersepsikan sebagai pesan agar partner bicara saat itu berperan sebagai CRITIC untuk memberikan feedback terhadap ide tersebut, lalu dia langsung mengatakan bahwa ‘Itu tidak masuk akal!’.  Ini menempatkan kita pada posisi ‘setuju’ atau ‘tidak setuju’ dengan pendapatnya tersebut.  Yangmana, sedikit banyak membawa pesan ‘negatif’, bahkan seolah mengirimkan pesan bahwa yang mengungkapkan itu bodoh sekali, untuk bisa mengungkapkan sesuatu yang tidak masuk akal seperti itu.  Dengan proses generalisasi yang kuat pengaruhnya di pikiran kita, apabila terjadi kedua atau ketigakalinya hal seperti ini, kesempatannya sangat kecil bagi kita untuk bahkan menyampaikan ide kita kepadanya di kemudian hari.  Ini sebabnya orang dengan kecenderungan berperan sebagai CRITIC dalam banyak situasi, kurang disukai.  Ekstrimnya, DREAMER dan CRITIC bukanlah peran yang bisa bersahabat dengan baik apabila tidak punya kemampuan komunikasi yang efektif.

Walau beroperasi dari sisi ‘mismatch’ atau ‘mencari’ yang salah, CRITIC sebetulnya bisa mendapatkan respon lebih positif dari partner bicaranya, apabila paham teknik komunikasi dan pola membingkai kalimat lebih efektif.

Kalau kita mau mundur sejenak dan memikirkan kira-kira apakah NIAT yang lebih tinggi dari sikap partner bicara tersebut dengan mengatakan demikian? Mungkin dia ingin agar kita tidak membuang waktu dengan ide yang menurutnya tidak bagus?  Nah, di sini, NIAT-nya khan positif.  Dia ingin Anda tidak buang waktu.  Bagaimana apabila dia bisa menjawab dengan lebih efektif: “Saya melihatnya sebagai sesuatu yang sulit, bagaimana sampai kamu bisa yakin akan berhasil?” Yangmana lebih positif, fokus ke SOLUSI, dan tidak menyudutkan.

Salah satu cara terbaik untuk menjadi CRITIC adalah dengan berpikir dan berkata-kata dari SOLUTION FRAME, bukannya PROBLEM FRAME.  Jadi, dibanding mengatakan ‘Ide itu bodoh sekali’; yangmana menempatkan fokus ke masalah dan menyerang partner bicara, seorang CRITIC bisa bertanya ‘bagaimana menurut kamu ide kami itu bisa efektif, karena menurut saya agak sulit’, lalu mengeksplorasi dan men-challenge secara positif idenya.  Atau dibanding berkata ‘Itu khan bukan tugas saya?’, misalnya, kita dapat berkata ‘Mari kita lihat siapa orang yang paling tepat posisi dan perannya untuk mengerjakan ini’.  Kedua contoh di atas menempatkan fokus CRITIC pada SOLUSI.  Dan perhatikan bahwa kedua contohnya membawa NIAT positif, hanya saja dibingkai dengan kurang efektif.  Dengan bingkai berbeda, yakni lebih ke solusi, peran CRITIC lebih bisa diterima.

Jadi, PILIHAN SIKAP hari ini, apabila Anda dalam posisi atau peran CRITIC, yang dimintai atau memberikan feedback, yang ingin mencari atau menemukan kekurangan dalam sebuah ide, Anda mempunyai PILIHAN untuk membingkai kata-kata yang lebih fokus ke SOLUSI.  Apalagi, apabila selama ini Anda dikenal sebagai seorang dengan kecenderungan CRITIC yang lebih suka dijauhi.

Sedangkan apabila Anda cukup sering berada di ujung yang lain, yang sering menerima kata-kata berbau peran CRITIC, Anda sekarang tahu punya PILIHAN untuk melihat lebih dalam dan bertanya dahulu NIAT POSITIF apa dibalik kata-kata partner bicara, sebelum bereaksi.

source: www.inspirasiindonesia.com

Cangkir yang cantik

Posted By admin on March 23rd, 2009

Sepasang kakek dan nenek pergi berbelanja di sebuah toko souvenir untuk mencari hadiah buat cucu mereka. Kemudian mata mereka tertuju kepada sebuah cangkir yang cantik. “Lihat cangkir itu”, kata si nenek kepada suaminya. “Kau benar, inilah cangkir tercantik yang pernah aku lihat”, ujar si kakek.

Saat mereka mendekati cangkir itu, tiba-tiba cangkir yang dimaksud itu berbicara, “Terimakasih untuk perhatiannya, perlu diketahui bahwa aku dulunya tidaklah cantik. Sebelum menjadi cangkir yang dikagumi, aku hanyalah seonggok tanah liat yang tidak berguna. Namun suatu hari ada seorang pengrajin dengan tangan kotor melempar aku ke sebuah roda berputar.”

“Kemudian ia mulai memutar-mutar aku hingga aku merasa pusing. Stop! Stop! Teriakku, tetapi orang itu berkata, Belum!, lalu ia mulai menyodokku dan meninjuku berulang-ulang”.

“Stop! Stop! Teriakku lagi. Tapi orang ini masih saja meninjuku, tanpa menghiraukan teriakanku. Bahkan lebih parah lagi ia memasukkan aku ke dalam perapian.”

“Panas! Panas! Teriakku dengan keras. Stop! Cukup! Cukup! Teriakku lagi. Tapi orang ini kembali menyahut, Belum!”

Akhirnya, ia mengangkat aku dari perapian itu dan membiarkan aku sampai dingin. Aku pikir selesailah penderitaanku. Tapi, ternyata belum. Setelah dingin, ia menyerahkan aku ke seorang wanita muda dan ia mulai mewarnai aku. Asapnya begitu memualkan. Stop! Stop! Aku berteriak.

Wanita itu berkata, “Belum!”. Lalu ia memberika aku kepada seorang pria dan ian memasukkan aku ke perapian yang lebih panas dari sebelumnya. “Tolong! Tolong! Hentikan penyiksaan ini”, sambil menangis aku berteriak sekuat-kuatnya. Tapi orang ini tidak peduli dengan teriakanku. Ia terus membakarku. Setelah puas ‘menyiksaku’ kini dibiarkannya diriku menjadi dingin.

Setelah benar-benar dingin, seorang wanita mengangkat dan menempatkanku didekat kaca. Aku melihat diriku dan aku terkejut sekali. Hampir-hampir aku tidak percaya, karena dihadapanku telah berdiri sebuah cangkir yang begitu cantik. Semua penderitaan dan kesakitanku yang lalu menjadi sirna tatkala aku melihat diriku sekarang ini.

Daftar Kegagalan

Posted By admin on March 22nd, 2009

Dibawah ini adalah daftar kegagalan seseorang yang semasa hidupnya mengalami banyak tantangan dan badai.

1813 – ia mengalami kebangkrutan dalam usahanya.
1832 – ia menderita kekalahan dalam pemilihan kepala daerah tingkat local.
1833 – ia kembali menderita kebangkrutan
1835 – istrinya meninggal dunia
1836 – ia menderita tekanan mental sedemikian rupa, sehingga hampir saja masuk rumah sakit jiwa
1837 – ia menderita kekalahan dalam suatu kontes pidato
1840 – ia gagal dalam pemilihan anggota senat Ameika Serikat
1842 – ia menderita kekalahan untuk duduk didalam konggres merika Serikat
1848 – ia kalah lagi di konggres Amerika Serikat
1855 – ia gagal lagi di senat Amerika Serikat
1856 – ia kalah dalam pemilihan untuk menduduki kursi wakil presiden
1858 – ia kalah lagi di senat Amerika Serikat
1860 – ia akhirnya menjadi presiden Amerika Serikat

Siapakah dia? Namanya Abraham Lincoln. Mungkin kalau orang lain yang mengalami demikian banyak kegagalan mungkin ia sudah mundur secara teratur. Tetapi Abraham Lincoln maju terus, kata mundur sama sekali tidak ada dalam kamusnya. Akibatnya, setelah semua kegagalan ia dapati, ia kemudian mencapai suatu sukses yang luar biasa.

source: inspirasi2.wordpress.com

MENTAL JUARA: MENJADI PEMENANG ADALAH HAK ANDA

Posted By admin on March 19th, 2009

Sebagaimana hal ihwal penciptaan diri kita, sejak semula kita ini adalah pemenang sejati yang telah bersaing dengan jutaan sel sperma yang lain untuk membuahi sel telur sang ibu. Dari semula kita adalah pemenang yang luar biasa. Tidak bisa dibantah lagi, kita ini sang juara sejati.

Pertanyaannya sekarang, mengapa sekarang kita menjadi manusia yang sering pesimis, baru menghadapi kegagalan sekali sudah putus asa? Mengapa kebanyakan dari kita berpikir seperti seorang pecundang?

Banyak sekali faktor yang mempengaruhi hal tersebut, tapi menurut saya faktor yang dominan adalah faktor mental. Kebanyakan dari kita hidup dan dibesarkan di lingkungan yang pesimis, dan di sekolah pun kita tidak pernah diajarkan bagaimana cara memiliki atau menumbuhkan mental positif. Di sekolah, jika kita tidak bisa menjawab soal/pertanyaan dengan jawaban benar (menurut guru) maka kita akan dicap sebagai anak bodoh. Dan ngerinya jika kita menyetujui atau mempercayai cap tersebut secara mental maka akan benar-benar jadi bodohlah kita.

Demikian juga bila kita hidup di keluarga yang serba kekurangan, biasanya orang tua kita akan berkata, “Kita tidak bisa ini, kita tidak punya itu, kita ini orang miskin yang tidak punya apa-apa.” Atau, “Jangan mimpi yang tidak-tidak, bisa makan saja sudah untung.” Demikian seterusnya, kata-kata negatif semacam itu selalu kita dengar hampir sepanjang hari sehingga lambat laun hal itu kita percaya sebagai sebuah kebenaran atau sebuah takdir yang tidak bisa dirubah.

Oleh sebab itu, anak-anak yang lahir dan dibesarkan di tengah-tengah keluarga orang sukses akan lebih mudah meraih sukses yang mereka impikan karena kata-kata dan sugesti positif selalu ia dapatkan dari lingkungannya. Namun, anak-anak yang lahir dan tumbuh di tengah-tengah keluarga yang serba kekurangan akan lebih sulit untuk sukses karena kalimat dominan yang sering mereka dengar adalah kalimat negatif yang menyugesti diri sendiri kepada ketidakberdayaan. Kepercayaan orang tua mereka juga rata-rata adalah kepercayaan para pesimis yang secara tidak mereka sadari mengabaikan potensi alami manusia yang sebenarnya luar biasa sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Adil. Kalau kita mengikuti kepercayaan mereka yang kurang tepat tersebut tentu saja sampai mati pun kita tidak akan mungkin mampu menemukan dan menggali potensi diri kita yang sesungguhnya luar biasa.

Maka untuk menjadi sang Juara Sejati, langkah pertama yang harus kita ambil adalah merubah mental kita menjadi mental juara. Apapun hambatan yang menghadang, kita harus bisa menyugesti diri sendiri bahwa kita mampu melewatinya. Bagaimana pun keadaan kita saat ini—memperihatinkan atau mengenaskan–kita harus bisa meyakinkan diri bahwa kita adalah Pemenang Sejati. Dengan begitu, akan ada motivasi dari dalam yang akan membangkitkan semangat agar kita bisa bangkit dan keluar dari belenggu diri.

Membebaskan pikiran dari belenggu ketidakmampuan bukanlah hal yang mudah, tapi jika kita melakukannya dengan sungguh-sungguh, pasti kita bisa dan memang bisa. “Jangan mau seumur-umur dibodohi diri sendiri”, begitu kata Drs. Waidi, MBA. Ed dalam bukunya, “Self Empowerment by NLP”.

Memang tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini. Setiap diri kita pasti punya kekurangan atau kelemahan. Tapi bukan berarti kita harus bersedih atau putus asa karena kelemahan tersebut. Kabar baiknya adalah bahwa Tuhan itu Maha Adil; selain kelemahan, ternyata kita juga dikaruniai kelebihan atau keunikan yang melekat pada diri kita. Satu-satunya jalan adalah kita harus memfokuskan perhatian pada kelebihan dan keunikan diri kita tersebut sehingga hal itu bisa menjadi sumber kekuatan untuk menggali potensi agar kita menjadi manusia yang luar biasa. Dari sini kita bisa memahami bagaimana pentingnya memiliki mental juara.

Mental juara itu selalu berkata, “Anda unik, Anda punya kelebihan, Anda bukan manusia sembarangan!” Mental juara juga akan berkata, “Anda pasti bisa kalau mau mencoba, selalu ada jalan untuk mewujudkannya, jangan pernah putus asa!” Mental juara akan membawa kita menjadi juara yang sesungguhnya karena selalu ada kekuatan di balik sebuah kepercayaan. Semakin kita meyakini, semakin dekat dengan kenyataan. Demikian juga dengan sikap mental juara, ia akan membuat kita semakin percaya diri dalam melangkahkan kaki menyusuri kehidupan ini ke arah tujuan hidup kita.

Sebagaimana proses awal penciptaan diri kita; kita adalah seorang pemenang dan memang “dilahirkan untuk menang” maka menjadi seorang pemenang adalah hak saya, hak Anda, hak kita semua. Mulailah dengan memiliki mental juara dan yakinkan diri kita bahwa menjadi pemenang adalah hak kita. Kita tidak hanya bisa menjadi penonton para juara, tapi kita juga bisa menjadi sang Juara sejati–seperti mereka yang mungkin menjadi idola kita—dalam kehidupan nyata. Akhirnya, ucapkanlah “selamat jalan/selamat tinggal” kepada para pecundang atau para pesimis yang bersemayam dalam diri kita, “Daaa…! Bye-bye…!”

Percayalah, menjadi seorang pemenang adalah hak Anda! Anda adalah sang juara sejati…!

Sekarang, beranikah Anda mengubah mental dan pikiran Anda…?

source: www.http://agusriyanto.wordpress.com
FireStats icon Powered by FireStats